Hambatan Bernalar Siswa SMP dalam Menyelesaikan Masalah Kontekstual

Main Article Content

Asfira Zakiatun Nisa' Elly Susanti Imam Rofiki Marhayati Marhayati Faizal Chandra

Abstract

Pemahaman matematika diperoleh melalui penalaran, sedangkan penalaran dipahami dan dilatih melalui pembelajaran matematika. Oleh karena itu, keterampilan penalaran sangat dibutuhkan siswa saat belajar matematika khususnya dalam menyelesaikan masalah kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hambatan bernalar siswa SMP dalam menyelesaikan masalah kontekstual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah 10 siswa kelas IX SMPN 1 Kota Blitar. Instrumen penelitian meliputi peneliti sebagai instrumen utama serta soal permasalahan kontektual dan pedoman wawancara. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan wawancara. Tes bertujuan agar mengetahui apa saja kesalahan siswa dalam memecahkan masalah kontekstual dan teknik wawancara bertujuan untuk mengecek keabsahan data serta mengetahui penyebab kesalahan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang mengalami hambatan bernalar dalam proses penyelesaian masalah kontekstual karena mereka tidak dapat memenuhi keempat indikator penalaran matematis dalam penelitian ini. Subjek hanya bisa memahami masalah tanpa mengetahui cara menyelesaikannya.

Article Details

How to Cite
NISA', Asfira Zakiatun et al. Hambatan Bernalar Siswa SMP dalam Menyelesaikan Masalah Kontekstual. Prosiding SI MaNIs (Seminar Nasional Integrasi Matematika dan Nilai-Nilai Islami), [S.l.], v. 4, n. 1, p. 110-116, dec. 2021. Available at: <http://conferences.uin-malang.ac.id/index.php/SIMANIS/article/view/1500>. Date accessed: 14 aug. 2022.
Section
Mathematics Education

References

[1] National Council of Teachers of Mathematics, Principles and standards for school mathematics. Reston: NCTM, 2000.
[2] G. Keraf, Argumentasi dan narasi: komposisi lanjutan III, vol. 3. Gramedia, 1982.
[3] F. Shadiq, “Penalaran, pemecahan masalah dan komunikasi dalam pembelajaran matematika,” PPPG Mat. Yokyakarta, 2004.
[4] S. Chotimah, T. T. Wijaya, E. Aprianti, P. Akbar, and M. Bernard, “Increasing primary school students’ reasoning ability on the topic of plane geometry by using hawgent dynamic mathematics software,” J. Phys. Conf. Ser., vol. 1657, no. 1, pp. 0–8, 2020, doi: 10.1088/1742-6596/1657/1/012009.
[5] B. I. Sappaile, “Hubungan kemampuan penalaran dalam matematika dan motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar matematika,” J. Pendidik. dan Kebud., vol. 13, no. 069, pp. 985–1003, 2007.
[6] T. S. Sumartini, “Peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa melalui pembelajaran berbasis masalah,” Mosharafa J. Pendidik. Mat., vol. 4, no. 1, pp. 1–10, 2015.
[7] W. Wahyudi, “Penalaran matematis siswa berkemampuan tinggi dan rendah dalam menyelesaikan persamaan kuadrat,” J. Pendidik. Teor. Penelitian, dan Pengemb., 2016.
[8] E. E. Rohaeti, M. Bernard, and R. B. Primandhika, “Developing interactive learning media for school level mathematics through open-ended approach aided by visual basic application for excel,” J. Math. Educ., vol. 10, no. 1, pp. 59–68, 2019.
[9] B. Kaur, “Difficulties with problem solving in mathematics,” Math. Educ., vol. 2, no. 1, pp. 93–112, 1997.
[10] P. K. B. Depdiknas, “Kurikulum tingkat satuan pendidikan,” Jakarta: Depdiknas, 2006.
[11] A. J. Baroody and R. T. Coslick, Problem solving, reasoning, and communicating, K-8: Helping children think mathematically. Prentice Hall, 1993.
[12] K. Gravemeijer and M. Doorman, “Context problems in realistic mathematics education: A calculus course as an example,” Educ. Stud. Math., vol. 39, no. 1–3, pp. 111–129, 1999.
[13] H. Freudenthal, Revisiting mathematics education: China lectures, vol. 9. Springer Science & Business Media, 2006.
[14] N. R. Rizqi and E. Surya, “An analysis of students’ mathematical reasoning ability in viii grade of sabilina tembung junior high school,” Int. J. Adv. Res. Innov. Ideas Educ., vol. 3, no. 2, pp. 2395–4396, 2017.
[15] Sugiyono, Metode penelitian pendidikan:(pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R & D). Alfabeta, 2008.
[16] E. S. Utomo, D. Juniati, and T. Y. E. Siswono, “Mathematical visualization process of junior high school students in solving a contextual problem based on cognitive style,” in AIP Conference Proceedings, 2017, vol. 1868, no. 1, p. 50011.