Proses Berpikir Mahasiswa FKIP UNISDA dalam Memecahkan Masalah Peluang Ditinjau dari Gaya Kognitif Field Independent dan Field Dependent Berdasarkan Langkah Polya Proses Berpikir Mahasiswa FKIP UNISDA dalam Memecahkan Masalah Peluang Ditinjau dari Gaya Kognitif Field Independent dan Field Dependent Berdasarkan Langkah Polya

Main Article Content

Khafidhoh Nurul Aini

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses berpikir mahasiswa dalam memecahkan masalah peluang ditinjau dari gaya kognitif field independent dan field dependent.  Proses berpikir dimaksudkan sebagai langkah-langkah mahasiswa dalam memecahkan masalah, dilihat melalui hasil penyelesaian tugas secara tertulis dan hasil wawancara mahasiswa. Jawaban mahasiswa selanjutnya dideskripsikan berdasarkan langkah-langkah Polya, meliputi memahami masalah (understand the problem), membuat rencana (device a plan), melaksanakan rencana (carry out the plan), mengecek kembali (look back). Subjek penelitian adalah mahasiswa FKIP Universitas Islam Darul Ulum Lamongan dengan gaya kognitif field independent dan field dependent. Subjek dipilih berdasarkan tes GEFT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa dengan gaya kognitif field independent melakukan pemecahan masalah dengan baik pada tiap langkah Polya. Sedangkan mahasiswa dengan gaya kognitif field dependent melakukan kesalahan pada tahap memahami masalah (understand the problem) sehingga berpengaruh terhadap langkah-langkah pemecahan masalah berikutnya.

Article Details

How to Cite
AINI, Khafidhoh Nurul. Proses Berpikir Mahasiswa FKIP UNISDA dalam Memecahkan Masalah Peluang Ditinjau dari Gaya Kognitif Field Independent dan Field Dependent Berdasarkan Langkah Polya. Prosiding SI MaNIs (Seminar Nasional Integrasi Matematika dan Nilai-Nilai Islami), [S.l.], v. 1, n. 1, p. 247-252, july 2017. Available at: <http://conferences.uin-malang.ac.id/index.php/SIMANIS/article/view/78>. Date accessed: 21 may 2024.
Section
Mathematics Education

References

[1] Aini, K. N., 2017. Proses Koneksi Matematis Siswa dalam Memecahkan Masalah Bangun Datar. Tesis tidak diterbitkan. Malang: Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang.
[2] Aini, K. N., Purwanto & Sa’dijah, C. 2017. Proses Koneksi Matematika Siswa Laki-laki dan Perempuan dalam Menyelesaikan Masalah Segiempat. Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika 20 Februari 2016 dengan tema Keselarasan Perkembangan Matematika, Pendidikan Matematika dan Teknologi untuk Menyongsong Indonesia Emas 2045. FMIPA UNY. ISBN 978-979-17763-9-4.
[3] Aini, K. N., Purwanto & Sa’dijah, C. 2017. Proses Koneksi Matematika Siswa Berkemampuan Tinggi dan Rendah dalam Memecahkan Masalah Bangun Datar. Jurnal Pendidikan: Teori Penelitian dan Pengembangan, 1(03): 377-388. EISSN: 2502-471X.
[4] Anderson, K. L., Casey, M.B., Thompson, W.L., Burrage,M.S., Pezaris, E., Kosslyn, S.M. 2008. Performance on middle school geometry problems with geometry clues matched to three different cognitive styles. Mind, Brain, and Education, 2(4):188-197.
[5] Ardana, I .M. 2007. Pengembangan Model Pembelajaran Matematika Berwawasan Konstruktivis Yang Berorientasi Pada Gaya Kognitif Dan Budaya Siswa. Disertasi (tidak dipublikasikan). Surabaya: PPS Universitas Negeri Surabaya.
[6] Gordon, H.R & Wyant, L.J. 1994. Cognitive Style of Selected International and Domestic Graduate Students at Marshall University. West Virginia: ERIC.
[7] Keefe, J.W. 1987. Learning Style Theory and Practice. Virginia: National Association of Secondary School Principals.
[8] Krulik, S. 2003. Problem Solving in School Mathematics. Virginia: NCTM.
[9] Milles, M.B. & Huberman, A.M. 1992. Analisis Data Kualitatif, Terjemahan oleh Tjetjep R, Rohidi, Jakarta: UI Press.
[10] Mulyono. 2010. Proses Berpikir Mahasiswa dalam Mengonstruksi Konsep Matematika. Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi. Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim Semarang.
[11] Ngilawajan, A.D. 2013. Proses Berpikir Siswa SMA dalam Memecahkan Masalah Matematika Materi Turunan Ditinjau dari Gaya Kognitif Field Independent dan Field Dependent. Jurnal Pedagogia, 2(1): 71-83.
[12] Polya, G. 1957. How to Solve It. Princeton, N.J., Princeton University Press.
[13] Ruggiero, V. R. 2007. Beyond Feelings A Guide To Critical Thingking. United States: McGraw-Hill.
[14] Soedjadi, R. 2000. Kiat Pendidikan Matematika di Indonesia. Konstatasi Keadaan Masa Kini Menuju Harapan Masa Depan. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional.
[15] Susanto, H.A. 2008. Mahasiswa Field Independent Dan Field Dependent Dalam Memahami Konsep Grup. Semnas Matematika Dan Pendidikan Matematika 2008. 64-77.
[16] Tisngati, U. 2015. Proses Berpikir Reflektif Mahasiswa dalam Pemecahan Masalah pada Materi Himpunan Ditinjau dari Gaya Kognnitif Berdasarkan Langkah Polya. Jurnal Pendidikan Matematika, 8(2): 127-136.
[17] Usodo, B. 2011. Profil Intuisi Mahasiswa Dalam Memecahkan Masalah Matematika Ditinjau Dari Gaya Kognitif Field Dependent Dan Field Independen. Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika UNS 2011, Makalah Pendamping: Pendidikan Matematika 2. 95-102.
[18] Witkin, A. H. Group Embedded Figure. (Alih bahasa Instrumen Tes Gaya Kognitif). 2017. Repository FKIP Universitas Jambi. 178-186.
[19] Witkin, A. H. 1977. Field-Dependent and Independent Cognitive Style and Thei Educational Implication. Review of Educational Research, 47(1):1-64.