Implementasi Konsep Critical Path Method (CPM) dalam Kehidupan Sehari-Hari Sebagai Solusi Efisiensi Waktu

Telaah Surat Al-Insyirah Ayat 7 dan Hadits Nabi

  • Nur Fadilatul Ilmiyah Program Studi Tadris Matematika, IAIN Kediri
Keywords: Critical Path Method, Efisiensi Waktu, Al-Insyirah

Abstract

Islam mengajarkan kepada setiap pemeluknya untuk dapat memanfaatkan waktu dengan baik dan efisien. Hal ini selaras dengan apa yang Allah firmankan di dalam Surat Al-Insyirah ayat 7. Dalam kehidupan sehari-hari banyak dijumpai proyek yang membutuhkan pengelolaan optimal di tiap tahapannya sehingga keberlangsungan proyek tersebut dapat dipastikan dengan baik. Dalam suatu manajemen proyek, sering ditemui proyek-proyek berskala besar yang tahapan-tahapannya dapat digambarkan melalui sebuah jaringan. Untuk merencanakan dan mengendalikan proyek dengan tipe jaringan, seorang manajer terlebih dahulu harus menentukan kegiatan-kegiatan kritis yang dapat mempengaruhi lama dan tidaknya masa penyelesaian proyek. Critical Path Method (CPM) merupakan salah satu dari metode matematika dalam manajemen proyek yang dapat digunakan untuk mengetahui kegiatan-kegiatan kritis dan memprediksikan berapa lama suatu proyek dapat diselesaikan secara optimal. Konsep CPM ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai upaya untuk mengurangi adanya penundaan sehingga suatu kegiatan dapat diatur, dikendalikan dan berakhir efisien.

References

[1] Tasmara, T. (2000). Membudayakan Etos Kerja Islami. Jakarta: Gema Insani Press.
[2] Shihab, M. Q. (1998). Wawasan Al-Qur’an: Tafsir Maudlu’i atas Pelbagai Persoalan Umat. Bandung: PT. Mizan Pustaka. Halaman 545.
[3] Rohman, A. (2018). Manajemen Qur’ani tentang Penggunaan Waktu dalam Bingkai Pendidikan Islam. Jurnal Realita. Volume 16. Nomor 1. Halaman 1-21.
[4] Sabri, A. (2012). Pengelolaan Waktu dalam Pelaksanaan Pendidikan Islam. Jurnal Al-Ta’lim. Jilid 1. Nomor 3. Halaman 180-187.
[5] Gaffar, A. (2014). Konsep Waktu dalam Al-Qur’an. Jurnal Tafsere. Volume 2. Nomor 1. Halaman 135-158.
[6] Reza, J. J. (2010). Manage Your Time For Success: Cerdas Mengelola Waktu untuk Mencapai Sukses. Yogyakarta: Qudsi Media.
[7] Sandra, K. I. & Djalali. M. A. (2013). Manajemen Waktu, Efikasi-Diri Dan Prokrastinasi. Persona, Jurnal Psikologi Indonesia. Vol. 2, No. 3, hal 217 - 222.
[8] Kusnadi, E. (2012). Activity Network Diagram. https://erikusnadi.wordpress.com. Diakses pada tanggal 26 Juni 2019.
[9] Gea, A. A. (2014). Time Management: Menggunakan Waktu secara Efektif dan Efisien. Jurnal Humaniora. Volume 5. Nomor 2. Halaman 777-785.
[10] Huse, E.F., & Bowditch, J. L. (1977). Behavior in Organizations: A System Approach to Managing. Reading, Massachusetts: Addison-Wesley Pub. Co. Halaman 28.
[11] Malingkas, G. Y., Arsjad, T. Tj. dan Tarore, H. (2013). Menganalisis Sensitifitas Keterlambatan Durasi Proyek dengan Metode CPM. Jurnal Sipil Statik. Volume 1. Nomor 9. Halaman: 603-607.
[12] Dipoprasetyo, I. (2016). Analisis Network Planning dengan Critical Path Method (CPM) dalam Usaha Efisiensi Waktu Produksi Pakaian Batik pada Butik “Omahkoe Batik” di Samarinda. Ejournal Administrasi Bisnis. Volume 1. Nomor 4. Halaman 1002-1015.
[13] Yuliandra, B. dan Syahfitri, R. (2015). Algoritma Heuristik untuk Menentukan Biaya Crashing Minimum pada Project Network dengan Dua Jalur Kritis. Jurnal Optimasi Sistem Industri. Volume 14. Nomor 2. Halaman: 259-278.
[14] Zacoeb, A. (2016). Diagram Jaringan Kerja (Network Diagram). https://zacoeb.lecture.ub.ac.id. Diakses pada tanggal 26 Juni 2019.
[15] Ash-Shiddieqy, T. M. H. (1956). Tafsir An-Nur: Djus 28 s/d 30. Yogyakarta: Cakrawala.
[16] Zaen, A. (2016). Kajian Tafsir Al Quran: Tafsir Surat Al Insyiroh Ayat 7. https://m.youtube.com/watch?v=4VtegmDc Zn8. Diakses pada tanggal 28 Juni 2019.
[17] Furi, S. S. A. (2009). Shahih tafsir Ibnu Katsir Juz ‘Amma. Bogor: Pustaka Ibnu Katsir.
[18] Maraghi, A. M. (1989). Terjemah Tafsir Al-Maraghi Juz 30. Semarang: Toha Putra.
[19] Hamka. (2016). Juz ‘Amma Tafsir Al-Azhar. Jakarta: Gema Insani.
[20] Shihab, Q. (2017). Tafsir Al-Mishbah: Pesan, kesan dan keserasian al-Qur’an. Banten: Lentera Hati.
[21] Ali, A. Y. (2003). The meaning of the Holy Qur’an. Maryland: Amana Publications. Halaman 1754-1759.
[22] Al-Bukhariy, A. A. M. I. I. (1978). Shahih al-Bukhariy (Cetakan Ketiga). Beirut: Dar Ibn Katsir. Halaman 2357.
[23] Agustian, A. G. (2001). Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual Berdasarkan 6 Rukun Iman dan 5 Rukun Islam. Jakarta: Arga Wijaya Persada.
[24] Amrullah, A. F. (2008). Menjadi Orang Asing di Dunia. https://muslim.or.id. Diakses pada tanggal 28 Juni 2019.
Published
2020-02-15