Pemecahan Masalah Matematika (Aritmatika Sosial) Menggunakan Tradisi Marosok

Main Article Content

hurriyatul annisa Muhammad Hasan Asnawi Elly Susanti

Abstract

Pemecahan masalah merupakan suatu proses kompleks yang menuntut seseorang untuk menyelesaikan permasalahan dengan cara menentukan masalah, mengurangi bahkan menghilangkan masalah tersebut. Salah satu cara yang digunakan manusia sebagai pemecahan masalah adalah melalui budaya. Budaya lahir dari proses berfikir manusia untuk hidup bermasyarakat. Salah satu bentuk budaya yang masih bertahan adalah Tradisi Marosok yang digunakan masyarakat Minangkabau untuk kegiatan jual beli ternak. Hal ini dilakukan masyarakat Minangkabau sebagai upaya pelestarian budaya yang kian menurun. Dengan upaya tersebut menunjukkan bahwa terlihat fenomena etnomatematika dalam tradisi Marosok. Melalui tradisi Marosok, peneliti ingin memecahkan masalah matematika yang berkaitan dengan materi aritmatika sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dianalisis dengan deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi dengan teknik analisis menggunakan triangulasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fenomena jual beli ternak melalui tradisi marosok dapat digunakan sebagai contoh pengaplikasian pemecahan masalah matematika tentang aritmatika sosial.

Article Details

How to Cite
ANNISA, hurriyatul; ASNAWI, Muhammad Hasan; SUSANTI, Elly. Pemecahan Masalah Matematika (Aritmatika Sosial) Menggunakan Tradisi Marosok. Prosiding SI MaNIs (Seminar Nasional Integrasi Matematika dan Nilai-Nilai Islami), [S.l.], v. 3, n. 1, p. [285-288], feb. 2020. Available at: <http://conferences.uin-malang.ac.id/index.php/SIMANIS/article/view/957>. Date accessed: 28 oct. 2020.
Section
Mathematics Education

References

[1] A. Irawan and G. Kencanawaty, “Implementasi Pembelajaran Matematika Realistik Berbasis Etnomatematika,” J. Medives, 2017.
[2] W. . Alangui, “Stone Walls and Water Flows: Interrogating Cultural Practice and Mathematics,” no. January 2010, 2010.
[3] D’Ambrisio, “Ethnomathematics.”Limk Between Tradition and Modernity,” 2006.
[4] B. Barton, “Ethnomathematics: Exploring Cultural Diversity in Mathematics,” Am. Ethnol., 1996.
[5] Qoyimah, Febrian dan Sukma Adi Perdana, “Matematikaanalisis Etnomatematika Gasing Berembang Kota Piring Tanjungpinang Kepulauan Riau Dan Keterkaitanterhadap Topik Dalam Pembelajaran Matematika,” 2018.
[6] Z. M. Nuh and Dardiri, “Etnomatematika Dalam Sistem Pembilangan Pada Masyarakat Melayu Riau,” Kutubkhanah, vol. 19, no. 2, pp. 220–238, 2017.
[7] A. S. Ulum, “Study Ethnomathematics : Pengungkapan Karakteristik Kultural Matematika Pada Aktivitas Bertenun Masyarakat Adat Baduy,” 2013.
[8] G. Knijnik, “An Ethnomathematical Approach in Mathematical Education : a Matter of Political Power,” vol. 2, pp. 23–25, 1993.
[9] J. W. Wilson, M. L. Fernandez, and N. Hadaway, “by Research on Problem Solving,” no. 29.
[10] P. Suparlan, “Menuju Masyarakat Indonesia yang Multikultural,” Antropol. Indones., 2018.
[11] N. Ferdayanti, Y., “Eksistensi Tradisi Juadah Dalam Melestarikan Solidaritas Dalam Upacara Perkawinan,” Humanus, vol. XII, no. 1, pp. 43–52, 2013.
[12] Regina, “Tradisi Marosok dalam Transaksi Jual Beli Ternakdi Pasar Ternak Kota Payakumbuh, Sumatera Barat,” vol. 4, no. 2, pp. 1–10, 2017.
[13] J. D. Putri and N. E. Salam, “Konstruksi Makna Marosok Dalam Transaksi Jual Beli Ternak Di Desa Cubadak Kabupaten Tanah Datar,” J. Online Mhs. Bid. Ilmu Sos. dan Ilmu Polit., 2015.
[14] R. Khairunnisa, N. Setyaningsih, U. M. Surakarta, and U. M. Surakarta, “Masalah Aritmatika Sosial Ditinjau Dari,” no. Knpmp Ii, pp. 465–474, 2017.