Penerapan Model Probing-Promting Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Ditinjau dari Kemandirian Belajar Siswa SMP

Main Article Content

Zubaidah Amir MZ Fitria Angela

Abstract

Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui ada tidaknya perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis menggunakan model pembelajaran Probing-Promting dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran Langsung berdasarkan kemandirian belajar tinggi, sedang, dan rendah pada siswa kelas VII SMP Negeri 42 Pekanbaru. Penelitian ini merupakan penelitian Quasy Eksperimen dengan desain penelitian The Nonequivalent Posttest-Only Control Group Design. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji t dan uji ANOVA dua arah (two way ANOVA). Hasil penelitian ini adalah: 1) Terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaranProbing-Promting dengans iswa yang menggunakan pembelajaran Langsung 2) Terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang menggunakan model pembelajaran Probing-Promting dengan siswa yang menggunakan pembelajaran Langsung jika ditinjau dari kemandirian belajar siswa 3) Tidak terdapat pengaruh interaksi model pembelajaran dan kemandirian belajar siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa

Article Details

How to Cite
MZ, Zubaidah Amir; ANGELA, Fitria. Penerapan Model Probing-Promting Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Ditinjau dari Kemandirian Belajar Siswa SMP. Prosiding SI MaNIs (Seminar Nasional Integrasi Matematika dan Nilai-Nilai Islami), [S.l.], v. 3, n. 1, p. [352-356], feb. 2020. Available at: <http://conferences.uin-malang.ac.id/index.php/SIMANIS/article/view/974>. Date accessed: 28 oct. 2020.
Section
Mathematics Education

References

[1] Risnawati. Keterampilan Belajar Belajar Matematika, Yogyakarta: Aswaja Pressindo; 2013.
[2] Andi Dian Anggraini, Nursalam, dan Tenri Batani. Pengembangan Instrumen Tes untuk Mengukur Kemampuan Koneksi Matematis. Jurnal Pendidikan Dasar Islam; 2013.
[3] Riki Musriandi. Model Pembelajaran Matematika Tipe Group Investigation Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis dan Self-Concept Siswa MTs, Universitas Pendidikan Indonesia; 2013.
[4] Zubaidah Amir MZ, Wahyudin & Turmudi. Metacognition Think Aloud Strategies In Setting Cooperative Think-Pair-Share/Square To Develop Students’ Math Problem Solving Ability, Advances In Social, Education And Humanities Research (ASSEHR); 2017.
[5] Riska dan Zubaidah Amir MZ. Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis dengan Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) ditinjau dari Kemampuan Awal Matematis Siswa, Journal Of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang.; 2018.
[6] Shovia Ulvah. Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Ditinjau Melalui Model Pembelajaran SAVI dan Konvensional, Jurnal Riset Pendidikan; 2016.
[7] Eka Lestari dan Ridwan Yudhanegara Muhammad. Penelitian Pendidikan Matematika, Bandung: PT. Reflika Adtama; 2017.
[8] Zubaidah Amir dan Risnawati. Psikologi Pembelajaran Matematika, Yogyakarta: AswajaPressindo
[9] Sugiyono.(2015). StatistikaUntukPenelitian,Bandung :Alfabeta; 2015.
[10] Helma Mustika dan Lindra Buana. Penerapan Model Pembelajaran Probing Promting Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa, MES(Journal Of Mathematica Education And Science), Volume 2, Nomor 2, STKIP Insan Madani Air Molek; 2017.
[11] AnisahMeisura, Risnawati, dan Zubaidah Amir, MZ. Pengaruh Penerapan Strategi Metakognitif Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Berdasarkan Kemandirian Belajar Siswa. Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 1; 2019.
[12] Sri Delina Lubis dkk. Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis dan Kemandirian Belajar Siswa SMP Melalui Model Pembelajaran Berbasis Masalah. Jurnal Paradikma, Vol. 8, No. 3; 2015.
[13] Muhammad Gazali. Eksperimentasi Model Pembelajaran Team Assisted Individualization Ditinjau dari Kemandirian Belajar. Jurnal Elemen. Vol. 1, No. 1; 2015.