HDI DETERMINANTS: FISCAL-DRIVEN, RGDP OR LOCAL LEADER’S COMMITMENT? (EVIDENCE FROM SOUTH KALIMANTAN PROVINCE)

Main Article Content

Nor Kamila

Abstract

Human Development Index (HDI) of South Kalimantan was ranked at 25th among 34 provinces across Indonesia in 2016 and the score achieved below the national HDI result. The purpose of this research is to determine and analyze the effect of local fiscals (represented by locally-generated revenue (PAD), revenue sharing fund, general allocation fund (DAU), special allocation fund (DAK), personnel expenditure, goods expenditure, capital expenditure) local leader’s commitment, regional gross domestic product (RGDP)  and dependency ratio on HDI in the districts/cities within South Kalimantan. Population of this research are all districts/cities of South Kalimantan which consists of 13 regions in the period 2013-2016. Data analysis was conducted using double-log regression analysis. The research found that variable of locally-generated revenue and RGDP have positive effect on HDI, and variable of personnel expenditure, local leader’s commitment, and dependency ratio have negative effect on HDI. These results provide insightful findings to discuss. Local leaders’ commitment, for instance, did not contribute positively on HDI, it may be because their commitments are merely in the lip-service praxis.

Article Details

How to Cite
KAMILA, Nor. HDI DETERMINANTS: FISCAL-DRIVEN, RGDP OR LOCAL LEADER’S COMMITMENT? (EVIDENCE FROM SOUTH KALIMANTAN PROVINCE). Prosiding Seminar Nasional: Manajemen, Akuntansi, dan Perbankan, [S.l.], v. 1, n. 1, p. 236-253, oct. 2018. Available at: <http://conferences.uin-malang.ac.id/index.php/semnasfe/article/view/737>. Date accessed: 05 june 2020.
Section
Articles

References

Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan. 2009. Penelitian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kalimantan Selatan. Banjarmasin: Balitbangda Prov. Kalsel.
Badan Pusat Statistik. (2017, desember 8). Indeks Pembangunan Manusia Provinsi Kalimantan Selatan 2013-2016. hal. (http://www.kalsel.bps.go.id).
Bhakti, N. A. (2012). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Indeks Pembangunan Manusia di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Keuangan, 452-469
Damayanti, M. I. (2014). Pengaruh Pendapatan Asli Daerah(PAD), Dana Bagi Hasil(DBH), Dana Alokasi Umum(DAU), Dana Alokasi Khusus(DAK) Terhadap Indeks Pembangunan Manusia(IPM) di Kabupaten/Kota Provinsi Nusa Tenggara Barat Periode Tahun 2009-2012
Dewi, S. (2014, April 5). Rasio Ketergantungan Analisa Untuk Indonesia. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Jayakarta, hal. 1-7.
Ghozali, I. 2016. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 23 (3 ed.). Semarang: Universitas Diponegoro.
Jensen, M. C., & Meckling, W. H. (1976). Theory of the Firm: Managerial Behavior, Agency Costs and Ownership Structure . Journal of Financial Economics, 305-360.
Nordiawan, D., Putra, I. S., & Rahmawati, M. 2012. Akuntansi Pemerintahan. Jakarta: Salemba Empat.
Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.
Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 214/PMK.05/2013 Tentang Bagan Akun Standar
Priambodo, A. 2015. Analisis Pengaruh Belanja Pemerintah Daerah Terhadap Indeks Pembangunan Manusia (Studi Pada Kabupaten/Kota Di Pulau Jawa Tahun 2007-2013). Universitas Brawijaya Malang, 1-14.
Sarkoro, H. 2016. Pengaruh Belanja Daerah, Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, dan Pendapatan Asli Daerah Terhadap Indeks Pembangunan Manusia. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta, 1-19.
Todaro, M. P., & Smith, S. C. 2011. Pembangunan Ekonomi. Jakarta: Erlangga.
Undang Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2016 Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2017
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2004 Tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat Dan Pemerintah Daerah.