The Effect of Knowledge Level on Therapeutic Adherence in Type II Diabetes Mellitus Patients at The Adan-Adan Health Center, Kediri Regency
Abstract
Diabetes melitus (DM) adalah penyakit kronis dengan angka kematian yang tinggi, ditandai dengan peningkatan kadar gula darah akibat disfungsi insulin. Keberhasilan pengobatan dipengaruhi oleh kepatuhan pasien terhadap pengobatan antidiabetes, yang juga dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan dalam mengendalikan penyakit dan mencegah komplikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tingkat pengetahuan terhadap kepatuhan terapi pada pasien rawat jalan di Puskesmas Adan-Adan, Kabupaten Kediri. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif yang bersifat analitik dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling dengan teknik incidental sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner DKQ-24 dan MMAS-8 yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data yang digunakan adalah uji regresi linier sederhana. Hasil analisis yang dilakukan pada 100 responden menunjukkan 76% responden memiliki tingkat pengetahuan sedang, 14% rendah, dan 10% tinggi. Sedangkan pada tingkat kepatuhan, 49% responden memiliki tingkat kepatuhan sedang, 38% rendah, dan 13% tinggi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh antara tingkat pengetahuan tentang diabetes dan kepatuhan terhadap penggunaan obat antidiabetes, hal ini dibuktikan dengan nilai signifikansi 0,000 dan nilai t hitung > t tabel. Maka pengaruh antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan adalah 24,9%.
References
A. D. Association. (2024) “Introduction and Methodology :Standards of Care in Diabetes—2024,” Diabetes Care, vol. 47, no. January, pp. 1–4, doi: https://doi.org/10.2337/dc24-SINT.
U. Galicia-garcia et al.( 2020) “Pathophysiology of Type 2 Diabetes Mellitus,” International Journal of Molecural Sciences, vol. 21, pp. 1–34, doi: 10.3390/ijms21176275.
I. F. (2024) Diabetes, “IDF Diabetes Atlas 10th edition.” Accessed: Feb. 26. [Online]. Available: https://diabetesatlas.org/
Dinas Kesehatan Provinsi Jatim. (2022) Profil Kesehatan 2021. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.
N. Almira, S. Arifin, dan Rosida. L. (2019) “Kepatuhan Minum Obat Anti Diabetes Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Teluk Dalam Banjarmasin”. Homeostasis, 2:1–12.
World Health Organization (WHO). (2003) Adherence To Long-Term Terapies Evidence For Action, World Health Organization.
E. Menino, M. Dos, and M. Clarisse. (2017)“Validation of Diabetes Knowledge Questionnaire (DKQ) in the Portuguese Population,” Diabetes Obes. Int. J., vol. 2, no. 1, pp. 1–8.
T. D. Anggraini and N. Puspasari. (2019) “Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat Antidiabetik Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Apotek Sehat Kabupaten Boyolali,” Indonesian Journal On Medical Science, vol. 6, no. 2, pp. 1–8.
D. Puspitasari, M. B. A. Kadir dan Nisa, D. (2022) “Hubungan Kepatuhan Penggunaan Obat Terhadap Kadar Gula Darah Dan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Mellitus Di Puskesmas Kandangan Kabupaten Kediri”, Jurnal Mahasiswa Kesehatan, 3: 213–236.
I. S. Agustina, Y. Hasneli, and E. Erwin. (2024) “Pengaruh Senam Apiyu Terhadap Kadar Glukosa Darah Pasien Diabetes Mellitus (DM) Tipe II Di Puskesmas Rejosari Kota Pekanbaru,” Jurnal Medika Nusantara, vol. 2, no. 1, pp. 89–101.
R. Arania, T. Triwahyuni, F. Esfandiari, and F. R. Nugraha. (2021) “Hubungan Antara Usia, Jenis Kelamin, Dan Tingkat Pendidikan Dengan Kejadian Diabetes Mellitus Di Klinik Mardi Waluyo Lampung Tengah,” Jurnal Medika Malahayati, vol. 5, no. 3, doi: 10.33024/jmm.v5i3.4200.
V. R. Rohmatulloh, R. Riskiyah, B. Pardjianto, and L. S. Kinasih. (2024) “Hubungan usia dan jenis kelamin terhadap angka kejadian diabetes melitus tipe 2 berdasarkan 4 kriteria diagnosis di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Karsa Husada Kota Batu,” PREPOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat, vol. 8, no. 1, pp. 2528–2543.
I. D. A. E. C. Astutisari, A. Y. D. AAA Yuliati Darmini, and I. A. P. W. Ida Ayu Putri Wulandari. (2022) “Hubungan Pola Makan Dan Aktivitas Fisik Dengan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Manggis I,” Jurnal Riset Kesehatan Nasional, vol. 6, no. 2, doi: 10.37294/jrkn.v6i2.350.
M. Tarmizi and F. A. Siregar. (2024) “Hubungan faktor metabolik dan konsumsi makanan minuman manis dengan kadar gula darah pada usia 30-60 tahun di Puskesmas Simalingkar,” Tropical Public Health Journal, vol. 4, no. 1, pp. 27 34.
N. H. Dewi, E. Rustiawati, and T. Sulastri. (2021) “Analisis Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Kejadian Hiperglikemia Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Poliklinik Penyakit Dalam Rsud Dr. Dradjat Prawiranegara Serang,” Jurnal Ilmiah Keperawatan, vol. 7, no. 3.
N. F. Laili, N. Probosiwi, and T. Ilmi. (2023) “Hubungan Karakteristik Responden Terhadap Pengetahuan Pada Pasien Diabetes Mellitus di Puskesmas X Kota Kediri,” Jurnal Inovasi Farmasi Indonesia (JAFI), vol. 4, no. 2, doi: 10.30737/jafi.v4i2.4552.
S. H. Sholihah, N. A. Milla, E. Retnowati, N. Manik, and A. Akhyasin. (2023) “Evaluasi Pengetahuan Pasien Terhadap Aturan Minum Obat Antidiabetes Mellitus,” IJF (Indonesia Jurnal Farmasi), vol. 8, no. 1, pp. 16–23.
K. A. S. Tresnayanthi, A. N. Mahendra, A. W. Indrayani, and I. W. Sumardika. (2023) “The effect of knowledge level of type ii diabetes mellitus patients on outpatient compliance with oad therapy at community health centers of gianyar district during the covid-19 pandemic,” E-Jurnal Medika Udayana, vol. 12, no. 7, doi: 10.24843/mu.2023.v12.i07.p07.
M. Sidrotullah, N. Radiah, and E. Meditia. (2023) “Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Puskesmas Montong Betok Kecamatan Montong Gading Lombok Timur Tahun 2022,” Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi, vol. 10, no. 2, doi: 10.51673/jikf.v10i2.1393.
Sugiyono., 2019, Metode Penelitian Kuantitatif, Bandung, Penerbit Alfa Beta.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






