PERILAKU TAK SENONOH: INCEST DAN DAMPAK TRAUMA INNER CHILD
Abstract
Inses adalah tindakan hubungan seksual dengan seseorang yang berasal dari keluarga dekat, seperti: ayah dan putrinya, ibu dan putranya, kakek dengan cucu, atau di antara saudara sekandung. Perilaku inses merupakan implementasi dari pelampiasan hawa nafsu atau dorongan seksual yang dilampiaskan kepada anggota keluarga sedarah. Kajian penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui lebih dalam bagaimana pelecehan seskual inses dapat berpengaruh terhadap tingkat trauma masa kecil pada anak, serta bagaimana ranah hukum berperan dalam mengani kasus inses ini. Penelitian ini, diharapkan mampu menjadi salah satu kajian yang bermanfaat dalam keilmuan terutama dalam ranah psikologi forensik dan kemasyarkatan. Metode penelitian yang diginakan kali ini adalah penelitian pustaka. Studi Pustaka adalah serangkaian kegiatan yang berkenan dengan metode pengumpulan data Pustaka. Hasil dalam riset ini menunjukkan; (1) inses merupakan sebuah hubungan seksual yang terjadi pada pria dan Wanita dengan ikatan nasab masih dekat. Sementara itu, menurut Freud dalam (Tursilarini, 2016) menyatakan bahwa “apabila inses dibenarkan akan terjadi persaingan, perebutan pasangan dalam lingkungan, antara ayah-ibu, saudara-saudara. Persaingan atau perebutan semacam itu akan membawa kehanduran keluarga, suku bangsa sendiri”. (2) penyebab terjadinya inses terdiri dari dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. (3) Dampak psikis bisa mengakibatkan penyesalan bahkan bisa mengakibatkan penyakit mental seperti depresi, kehilangan self-esteem, dan lainnya. (4) Individu yang memiliki Riwayat pengalam buruk pada masa kecilnya bisa berpotensi memicu permasalahan psikologis dalam dirinya. Pengalaman tersebut bisa membuat individu merasakan tidak aman secara emosianal. Sehingga membuat individu menjadi kurang mampu untuk menerima dirinya serta muculnya rasa ketidaknyamanan terhadap penilaian orang lain. (5) pemulihan trauma; denial, anger, bergaining, depression, acceptence.