DINAMIKA PSIKOLOGIS REMAJA YANG MENJADI PSK
Abstract
Prostitusi adalah pemanfaatan seseorang dalam aktifitas seks untuk suatu imbalan, pekerjaan ini merupakan praktik ilegal yang melanggar hukum di Indonesia berdasarkan pasal 284 Kitab UU Hukum Pidana tentang perzinahan. Pada tahun Koordinator Sosial Organisasi Perubahan Sosial Indonesia (OPSI) mengungkapkan bahwa estimasi jumlah pekerja seks perempuan di Indonesia mencapai kisaran 230 ribu orang (komnasham.go.id, 2019). Faktor yang mempengaruhi adanya prostirusi ini karena lingkungan dan juga tuntutan kebutuhan (KPAI, 2015). Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan tentang Dinamika Psikologis Seorang pekerja seks komersial. Peneliti ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Respondennya adalah seorang Remaja berusia 21 tahun yang merupakan pelaku prostitusi di Kota Cianjur, Jawa Barat. Hasil ini menunjukkan bahwasannya motivasi subyek menjadi PSK untuk memenuhi kebutuhan sebagai tulang punggung keluarga. Subjek harus membayar hutang orang tuanya yang sudah berpisah dan juga memiliki tanggungan untuk menghidupi adik- adiknya. Tegangan emosi dalam wujud kebingungan terjadi ketika gajinya sebagai karyawan pabrik tidak dapat mencukupi kebutuhan. Atas pengaruh dari teman, subjek untuk bekerja di club malam sebagai pelayan. Saat kebutuhan sudah terpenuhi kebingungannya teratasi, namun karena tuntutan gaya hidup saat bekerja sebagai pelayan club malam, menyebabkan munculnya kebutuhan baru seperti untuk tampil selalu cantik dan menarik. Kebingungan kembali dirasakan oleh subjek yang mendorongnya untuk menerima tawaran menjadi seorang PSK hingga saat ini