KENAPA MENJADI KORBAN PELECEHAN SEKSUAL?

  • Alya Jasmine Shafira Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Kediri, Indonesia
  • Nova Arya Gabriela Rahma Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Kediri, Indonesia
  • Nur Aziz Afandi Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Kediri, Indonesia

Abstract

Pelecehan seksual memang sudah menjadi topik yang terus menjamur di Indonesia hingga kini. Berdasarkan data dari Komisi Perlindungan Anak dan Ibu (KPAI) bahwa pelecehan seksual pada tahun 2022 menunjukkan sebanyak 834 kasus (KPAI, 2023).  Faktor yang melatarbelakangi pelecehan seksual salah satunya ialah faktor hubungan interaksi antara orangtua dengan korban di masa lalu (Zuhdi & Arief, 2021). Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pelecehan seksual difaktori oleh pengalaman interaksi anak yang menjadi korban pelecehan seksual dengan orangtuanya. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data didapatkan dari wawancara terhadap korban pelecehan seksual sebanyak empat orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korban pelecehan seksual adalah mereka yang memiliki pengalaman interaksi dengan orangtua seperti dikekang, dibatasi dan diatur. Pengalaman tersebut menjadikannya pribadi yang pendiam dan tertutup dalam lingkungan sosialnya. Hal itu membuat korban tidak melawan dan tidak memberontak saat mendapatkan perlakuan pelecehan seksual. Trauma dan rasa takut untuk mendekati dan berkenalan dengan laki-laki saat ini dirasakan oleh korban pelecehan sesual tersebut.


 


Published
2024-08-25
How to Cite
SHAFIRA, Alya Jasmine; RAHMA, Nova Arya Gabriela; AFANDI, Nur Aziz. KENAPA MENJADI KORBAN PELECEHAN SEKSUAL?. TEMU ILMIAH NASIONAL XII ASOSIASI PSIKOLOGI FORENSIK, [S.l.], p. 175-187, aug. 2024. Available at: <https://conferences.uin-malang.ac.id/index.php/temilnas/article/view/3038>. Date accessed: 07 feb. 2026.