Perubahan Posisi Logika Matematika dalam Kurikulum Pendidikan Dasar dan Menengah di Indonesia serta Implikasinya terhadap Penalaran Siswa

  • Zakiyatur Rosidah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
  • Marhayati Marhayati Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Keywords: analisis kurikulum, kebijakan pendidikan, Kurikulum Merdeka, logika matematika, penalaran matematis, logika komputasional

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis posisi materi logika matematika dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah di Indonesia, dengan fokus pada keberadaan, bentuk pencantuman, dan ruang lingkup materi logika dalam dokumen kurikulum. Analisis mencakup perbandingan materi logika yang tercantum dalam KTSP 2006, Kurikulum 2013, Kurikulum Merdeka, serta dokumen kurikulum terbaru yang diperkuat melalui Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024, Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025, dan Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran. Kajian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis dokumen dan kajian literatur. Analisis dokumen digunakan untuk menelaah dan membandingkan pencantuman materi logika dalam regulasi dan dokumen kurikulum pada setiap periode, sedangkan kajian literatur digunakan untuk menelaah pembahasan mengenai logika, penalaran matematis, serta implikasinya dalam pembelajaran matematika. Literatur yang relevan diidentifikasi, diseleksi berdasarkan kesesuaian dengan fokus kajian, kemudian ditelaah dan disintesis untuk membangun pembahasan mengenai kedudukan logika dalam pembelajaran matematika. Hasil analisis dokumen menunjukkan adanya perbedaan dalam pencantuman dan ruang lingkup materi logika matematika pada kurikulum nasional di berbagai periode. Pada KTSP 2006 dan Kurikulum 2013, materi logika matematika tercantum secara eksplisit dalam struktur pembelajaran matematika, sedangkan dalam Kurikulum Merdeka materi logika formal tidak tercantum sebagai materi yang berdiri sendiri. Pada saat yang sama, kemampuan penalaran tetap menjadi bagian dari capaian pembelajaran matematika dan pembelajaran diarahkan pada penguatan literasi matematika, pemecahan masalah, pemahaman konseptual, serta pembelajaran yang lebih kontekstual. Kajian literatur menunjukkan bahwa logika, penalaran, argumentasi, dan pembuktian memiliki peran penting dalam membangun kemampuan berpikir matematis. Temuan tersebut menunjukkan adanya perbedaan antara pencantuman logika formal sebagai materi secara eksplisit dan pengembangan kemampuan penalaran sebagai kompetensi yang lebih luas. Dalam konteks perkembangan pembelajaran matematika dan integrasi koding, penguatan penalaran tetap perlu disertai perhatian terhadap kemampuan berpikir logis, khususnya dalam menyusun alasan, menarik kesimpulan, dan mengevaluasi kebenaran suatu pernyataan.

References

Aristidou, M. (2020). Is mathematical logic really necessary in teaching mathematical proofs? Athens Journal of Education, 7(1), 99–122. https://doi.org/10.30958/aje.7-1-5

Asenova, M. (2024). Bridging the Gap: An Epistemic Logical Model for Analysing Students’ Argumentation and Proof in Mathematics Education Research. Education Sciences, 14(674), 17. https://doi.org/10.3390/educsci14060673

Badan Standar Nasional Pendidikan. (2006). Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.

Baiduri, B. (2021). Students’ mathematical reasoning in mathematics problems solving. AMCA Journal of Education and Behavioral Change, 1(2), 61–68. https://doi.org/10.51773/ajeb.v1i2.124

Bowen, G. A. (2009). Document Analysis as a Qualitative Research Method. Qualitative Research Journal, 9(2), 27–40. https://doi.org/10.3316/QRJ0902027

Choudhury, H. (2026). Strengthening Logical Foundation in Mathematics: A Pathway to Enhance Reasoning Skills. Journal of Science and Mathematics Education, 2(1), 1–8. https://doi.org/10.70716/josme.v2i1.395

Gould, J. (2025, August 12). The Disappearance of Logic from Schools—and What It’s Costing Us — Minding The Campus. https://mindingthecampus.org/2025/08/12/the-disappearance-of-logic-from-schools-and-what-its-costing-us/

Indrawatiningsih, N., & Lestari, A. S. B. (2022). Defragmenting students’ thinking structure in solving mathematical arguments. AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika, 11(3), 2333. https://doi.org/10.24127/ajpm.v11i3.5061

Isnayanti, A. N., Putriwanti, Kasmawati, & Rahmita. (2025). Integrasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dalam Kurikulum Sekolah Dasar: Tantangan dan Peluang. CJPE: Cokroaminoto Juornal of Primary Education, 8(2). https://doi.org/10.30605/cjpe.8.2.2025.6027

Kartika, D. E. (2017). Meningkatkan kemampuan penalaran matematika siswa kelas X-7 SMA Negeri 4 Balikpapanmelaluipenerapan model pembelajan probing-prompting. BORNEO: Jurnal Ilmu Pendidikan LPMP Kalimantan Timur, 11(1), 25–36. http://repositori.kemendikdasmen.go.id/id/eprint/25323

Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, Dan Asesmen Pendidikan Nomor 046/H/KR/2025 Tentang Capaian Pembelajaran Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, Dan Jenjang Pendidikan Menengah, http://bskap.kemdikbud.go.id (2025).

Kodirun, Kadir, Busnawir, & Indrawati, W. O. (2025). Senior high school students’ competence in logical operation and logical reasoning. Frontiers in Education, 10. https://doi.org/10.3389/feduc.2025.1493737

Lessing, M. J., & Ogbonnaya, U. I. (2026). Reasoning and proof in mathematics education: a systematic literature review. Discover Education, 5(1). https://doi.org/10.1007/s44217-025-01016-1

Linda, L., & Asyura, I. (2021). Students’ mathematical reasoning ability in solving post-Covid-19 PISA model math problems. Jurnal Riset Pendidikan Matematika, 8(2), 140–152. https://doi.org/10.21831/jrpm.v8i2.44739

Nurhaswinda, Muhmitha, A., Rahma, S., Zhafira, N., Elfani, T., & Arlin, R. (2026). Penerapan Logika Matematika dalam Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar. In Catha : Journal of Creative and Innovative Research (Vol. 3, Number 2). https://doi.org/10.31004/catha.v3i2.173

OECD. (2026). PISA 2025 Assessment and Analytical Framework. PISA, PISA. https://doi.org/10.1787/86C36975-EN

Pavitola, L., & Rieksta, R. (2025). Critical thinking skills in mathematical proof tasks in the context of quality education: Case study. Eurasia Journal of Mathematics, Science and Technology Education, 21(8). https://doi.org/10.29333/ejmste/16659

Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 69 Tahun 2013 Tentang Kerangka Dasar Dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (2013).

Peraturan Menteri Pendidikan Dasar Dan Menengah Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2025 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Nomor 12 Tahun 2024 Tentang Kurikulum Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, Dan Jenjang Pendidikan Menengah (2025).

Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2024 Tentang Kurikulum Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, Dan Jenjang Pendidikan Menengah (2024).

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah (2006).

Pickering, J., Attridge, N., Inglis, M., & Morsanyi, K. (2025). Numeracy, logical reasoning and real-world decision making. Research in Mathematics Education. https://doi.org/10.1080/14794802.2025.2472675

Ragab, A., & Salah, M. (2025). Proof and Logic: Foundations, Pedagogy, and Student Reasoning in Mathematics.

Sari, Y. M., Retnawati, H., & Fiangga, S. (2022). The construct validity of mathematical reasoning and proof test instrument integrated with GeoGebra: Second-order confirmatory factor analysis. Beta: Jurnal Tadris Matematika, 15(2), 104–118. https://doi.org/10.20414/betajtm.v15i2.549

Shirawia, N., Alali, R., Wardat, Y., Tashtoush, M. A., Saleh, S., & Helali, M. (2023). Logical Mathematical Intelligence and its Impact on the Academic Achievement for Pre-Service Math Teachers. Journal of Educational and Social Research, 13(6), 239–254. https://doi.org/10.36941/jesr-2023-0161

Stylianides, G. J. (2008). An analytic framework of reasoning-and-proving. For the Learning of Mathematics, 28(1). https://www.jstor.org/stable/40248592

Susanti, H., Said, H. B., & Aisyah. (2017). Analisis kemampuan penalaran logis siswa yang memiliki gaya berpikir sekuensial abstrak dalam menyelesaikan masalah logika matematika kelas XI SMA Negeri I Tungkal Ulu. PHI: Jurnal Pendidikan Matematika, 1(1), 65–77. https://doi.org/10.33087/phi.v1i1.11

Syahar, P. H., Lukman, Juandi, D., & Sufyani Prabawanto. (2025). Mathematical Proof through Toulmin Argumentation Schema: A SLR in the Context of Mathematics Education. Indonesian Journal of Educational Research and Review, 8(1), 35–54. https://doi.org/10.23887/ijerr.v8i1.86096

Vebrian, R., Putra, Y. Y., Saraswati, S., & Wijaya, T. T. (2021). Kemampuan penalaran matematis siswa dalam menyelesaikan soal literasi matematika kontekstual. AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika, 10(4), 2602. https://doi.org/10.24127/ajpm.v10i4.4369

Windari, R. A., & Amir, M. F. (2024). Realistic Mathematics Education Model for Logical Reasoning of Primary Students. Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah Di Bidang Pendidikan Matematika, 10(2), 221–230. https://doi.org/10.29407/jmen.v10i2.22275

Published
2026-10-31