Tazkiyatun nafs sebagai spirit etika bermedia di era post-truth
Main Article Content
Abstract
Era post-truth mengubah cara orang memahami informasi, sehingga keputusan yang diambil di dunia digital lebih banyak didorong oleh perasaan daripada pertimbangan yang rasional. Situasi ini menunjukkan bahwa masalah etika digital tidak hanya melibatkan pemahaman teknis, tetapi juga proses pengendalian diri yang berkaitan dengan kejiwaan. Penelitian ini bertujuan menjelaskan peran tazkiyatun nafs sebagai kerangka dalam diri yang mempengaruhi cara pengguna menyaring informasi, mengendalikan emosi, serta membuat keputusan yang etis di ruang digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan cara melakukan studi literatur dan menganalisis isi tema dari publikasi yang diterbitkan antara tahun 2015 hingga 2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa tazkiyatun nafs bekerja melalui tiga mekanisme utama, yaitu pengaturan niat, penstabilan emosi, dan penyaringan informasi secara moral. Dengan mekanisme tersebut, nilai-nilai seperti kejujuran, penyelidikan, dan menjaga martabat tidak hanya menjadi aturan yang harus diikuti, tetapi juga muncul sebagai hasil dari jiwa yang teratur. Penelitian ini menawarkan kerangka konseptual yang memperluas pemahaman literasi digital dari aspek kognitif ke aspek spiritual dan emosional. Namun, batasan penelitian ini bersifat konseptual, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menguji penerapannya dalam konteks pendidikan maupun perilaku digital.
Article Details
References
Al-ayyubi, M. Z., & Al-munawwir, P. P. (2018). ETIKA BERMEDIA SOSIAL DALAM MENYIKAPI PEMBERITAAN BOHONG ( HOAX ) PERSPEKTIF HADIS. 19(2), 148–166.
Amin, M. (2025). Konsep Tazkiyat Al-Nafs Perspektif Al-Qur’an (Studi Pemikiran HAMKA dalam Tafsir Al-Azhar). FATHIR: Jurnal Studi Islam, 2(2).
Didi Maslan, Mardianto, & Muhammad Irwan Padli Nasution. (2023). Pendidikan Etika Bermedia Sosial Dalam Perspektif Islam: Antara Dosa Jariyah Dan Pahala Jariyah. Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam. https://doi.org/10.51339/ittishol.v4i2.1041
Digital, K. K. (2025, Januari 8). Komdigi Identifikasi 1.923 Konten Hoaks Sepanjang Tahun 2024. Diambil kembali dari Kementrian Komunikasi dan Digital RI: https://www.komdigi.go.id
Fatmawati, E. (2020). Tantangan Literasi Informasi Bagi Generasi Muda Pada Era Post-Truth. Jurnal Perpustakaan Pertanian, 28(2), 57. https://doi.org/10.21082/jpp.v28n2.2019.p57-66
Hamdi, S., & Musthofa, K. (2020). Menghadirkan Konsep Hifz Al-Irdi dalam Bermedia Sosial : Upaya Menyikapi Asusila Abu-Abu di Youtube. 1(02), 141–162. https://doi.org/10.21082/jpp.v28n2.2019.p57-66
Hamdi, S., & Musthofa, K. (2021). Menghadirkan Konsep Hifz Al-Irdi dalam Bermedia Sosial: Upaya Menyikapi Asusila Abu-Abu di Youtube. El Madani : Jurnal Dakwah Dan Komunikasi Islam, 1(02), 141–162.
Haydabrus, A., Linskiy, I., & Gim, L. (2023). Social Media Use , Fake News and Mental Health during the Uncertain Times of the COVID-19 Pandemic in Ukraine. Behavioral Sciences MDPI, 13(339), 1–12. https://doi.org/10.3390/bs13040339.
Hidayah, R. E., Ulum, M. S., & Ningtyas, T. (2025). Tazkiyatun Nafs in the Age of Social Validation : Detoxifying the Psyche from Digital Stress Contagion. 01(01), 14–23.
Karim, B. A., & Hasibuddin, M. (2021). Revolusi Mental Melalui Pendidikan Islam Berbasis Metode Tazkiyatun Nafs. 2(1), 10–18.
Mudjiyanto, B., & Dunan, A. (2020). LITERASI MEDIA DI ERA POST TRUTH. PROMEDIA (PUBLIC RELATION DAN MEDIA KOMUNIKASI). https://doi.org/10.52447/promedia.v6i2.4358
Muhammad Habib Fathuddin, F. R. A. (2016). KONSEP TAZKIYATUN NAFS MENURUT IBNU QOYYIM AL JAUZIYAH DALAM KITAB MADARIJUS SHALIKIN SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP PENDIDIKAN. Ta’dibi, 5(2), 117–127.
Mutholingah, S. (2021). Metode penyucian jiwa (tazkiyah al-nafs) dan implikasinya bagi pendidikan agama islam. Ta’limuna, 10(01), 67–81.
Nasoha, A. M. M. (2025). Etika Komunikasi dalam Islam : Analisis terhadap Konsep Tabayyun dalam Media Sosial Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta , Indonesia Universitas Islam Negeri Raden Mas Surakarta , Indonesia literatur . Menurut Nazaruddin dan Alfiansyah ( 2023. ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum Dan Humaniora, 3(April). https://doi.org/https://doi.org/10.59246/aladalah.v3i2.1315
Nur, I., & Muttaqin, M. N. (2020). Bermedia Sosial dalam Perspektif Maqashid Syari’ah (Membangun Komunikasi di Media Sosial Berdasarkan Etika). Palita: Journal of Social Religion Research. https://doi.org/10.24256/pal.v5i1.1090
Philosophy, E., Yudiyanto, M., Firdausi, M. I., & Anisa, R. (2025). Alacrity : Journal Of Education Moderasi Beragama dan Literasi Digital: Pengembangan Kurikulum PAI Adaptif terhadap Tantangan Era Post-Truth. 5(2), 1052–1065.
Romlah, S., & Rusdi, R. (2023). PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SEBAGAI PILAR PEMBENTUKAN MORAL DAN ETIKA. Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan Dan Keilmuan Islam. https://doi.org/10.61815/alibrah.v8i1.249
Rosita Putri, A., Budiani, H., Khadijah, L., & Nur Aeni, A. (2022). Penyuluhan Pentingnya Etika Bermedia Sosial Bagi Seorang Muslim Guna Mencegah Penyalahgunaan Dalam Bermedia Sosial. Literasi Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Inovasi, 2(1), 86–92. https://doi.org/10.58466/literasi.v2i1.1316
Suryadarma Yoke, & Ahmad Hifdzil Haq. (2015). Pendidikan Akhlak Menurut Imam Al-Ghazali. At-Ta’dib.
Syaifullah, A. (2022). Habituasi Tabayyun Dalam Upaya Menangkal Penyebaran Informasi Hoax. 1(June), 1–11.
Zarkasyi, A. (2025). dzarul-murabiy fii tafsir at-tarbawiy. Ponorogo: Unida Gontor Press.