Strategi pengembangan sumber daya manusia dalam mewujudkan pesantren ramah anak: studi di Pondok Pesantren Tebuireng
Main Article Content
Abstract
Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia memiliki peran penting dalam membentuk karakter, moral, dan nilai kemanusiaan santri. Namun, tantangan baru muncul seiring meningkatnya kasus kekerasan dan perlunya lingkungan pendidikan yang aman serta inklusif bagi anak. Untuk menjawab hal tersebut, Kementerian Agama menginisiasi program Pesantren Ramah Anak (PRA) yang bertujuan menciptakan suasana belajar yang melindungi hak-hak anak dan menumbuhkan nilai empati serta toleransi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan sumber daya manusia (SDM) dalam mewujudkan prinsip-prinsip pesantren ramah anak di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pembina dan santri. Analisis data dilakukan dengan model Miles, Huberman, dan Saldana melalui tahapan reduksi, penyajian, serta penatikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan SDM di Tebuireng berfokus pada tiga aspek utama: pelatihan kolaboratif bersama UIN Malang, sistem kaderisasi berbasis pengabdian, dan penguatan komunikasi empatik antara pendidik dan santri. Strategi ini berkontribusi pada terbentuknya budaya pengasuhan yang humanis serta peningkatan kesejahteraan emosional anak di lingkungan pesantren. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi pesantren ramah anak sangat bergantung pada kualitas SDM dan transformasi nilai pengasuh. Perubahan perilaku, empati, dan komunikasi efektif memiliki dampak lebih signifikan daripada sekadar peningkatan fasilitas fisik. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi pada penguatan wacana pendidikan Islam yang berorientasi pada perlindungan anak, sekaligus menawarkan perspektif baru mengenai pentingnya pengembangan SDM sebagai inti dari terciptanya lingkungan pesantren yang aman, inklusif, dan mendukung kesejahteraan santri. Dengan demikian, penguatan SDM menjadi kunci strategis dalam mewujudkan ekosistem pendidikan Islam yang aman, inklusif, dan berorientasi pada perlindungan anak.
Article Details
References
Averina, F. E., & Kuswandono, P. (2023). Professional development of Indonesian in-service EFL teachers: Perceived impacts and challenges. Englisia: Journal of Language, Education, and Humanities, 10(2), 71. https://doi.org/10.22373/ej.v10i2.15589
Emilda, E. (2022). Bullying in Pesantren: Types, Forms, Factors, and Prevention Efforts. Sustainable Jurnal Kajian Mutu Pendidikan, 5(2), 198–207.
Hamzah, A. F., & Fajri, B. (2024). Pesantren Ramah Perempuan Dan Anak Di Indonesia: (Studi Pada Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur dan Boarding School Education Mu’allimat, Muhammadiyah, Yogyakarta). Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an, Tafsir Dan Pemikiran Islam , 5(2), 399–418. https://ejournal.iaifa.ac.id/index.php/takwiluna/article/view/1828
Hayati, N., & Fadila. (2022). Pola Komunikasi Interpersonal antara Ustadzah dan Santri di Pesantren Modern. Jurnal Komunikasi Islam. 13 (2).
KPAI, H. (2024). Laporan Tahunan KPAI, Jalan Terjal Perlindungan Anak: Ancaman Serius Generasi Emas Indonesia. Informasi Publik, Publikasi, Berita KPAI, PPID, Siaran Pers. https://www.kpai.go.id/publikasi/laporan-tahunan-kpai-jalan-terjal-perlindungan-anak-ancaman-serius-generasi-emas-indonesia
Kumala, D. A. R. (2022). Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia. Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Sains Dan Humaniora, 6(2), 254–261. https://doi.org/10.23887/jppsh.v6i2.50493
Mansyuri, A. H., Patrisia, B. A., Karimah, B., Sari, D. V. F., & Huda, W. N. (2023). Optimalisasi Peran Pesantren dalam Lembaga Pendidikan Islam di Era Modern. MA’ALIM: Jurnal Pendidikan Islam, 4(1), 101–112. https://doi.org/10.21154/maalim.v4i1.6376
Mil, S., & Setia Ningsih, A. (2023). Pengaruh Pola Asuh Otoriter Terhadap Perilaku Agresif Anak. Aulad: Journal on Early Childhood, 6(2), 219–225. https://doi.org/10.31004/aulad.v6i2.500
Musaddad. (2022). Manajemen Pengasuhan Santri di Pondok Pesantren Modern. Jurnal Al-Idarah: Jurnal Kependidikan Islam. 1(2).
Natsir, A., & Zulmuqim, Z. (2023). Evaluasi Program Pesantren Ramah Anak Model CIPP di Provinsi Sumatera Barat. SURAU : Journal of Islamic Education, 1(1), 66. https://doi.org/10.30983/surau.v1i1.6375
Rahmawati, A. T. (2017). Pola Komunikasi Santri terhadap Kiai: Studi atas Alumni Pondok Modern dan Pondok Salaf. Academica : Journal of Multidisciplinary Studies, 1(1), 1–18. https://doi.org/10.22515/academica.v1i1.751
Saini, M. (2020). Model Pengembangan Pesantren Ramah Anak Sebagai Upaya Deradikalisasi Keagamaan Sejak Dini. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam, 2(1), 73–91. https://doi.org/10.52166/tabyin.v2i1.31
Suryandari, K. C., Rokhmaniyah, R., & Wahyudi, W. (2024). Perspectives of Students and Teachers Form Continuing Professional Development: Challenge And Obstacle. AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan, 16(2), 2310–2319. https://doi.org/10.35445/alishlah.v16i2.4572
Setyorini Endang. (2022). Efektivitas Capacity Building Dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai Pppptk Penjas Dan Bk. TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru, 2(1), 7–14.
Shobirun, P. M. (2022). Penguatan Manajemen Pengasuhan Santri Di Pondok Pesantren Manahijussadat Lebak Banten. Jurnal Penguatan Manajemen Pengasuhan Santri Di Pondok Pesantren Manahijussadat Lebak Banten, 45. https://repository.ptiq.ac.id/id/eprint/1283/