Analisis Konseptual Tantangan Efektifitas Terhadap Sistem Akreditasi Pendidikan Nasional dan Implikasinya Terhadap Kualitas Sekolah
Main Article Content
Abstract
Sistem akreditasi pendidikan nasional merupakan instrumen penting dalam menjamin mutu penyelenggaraan pendidikan di Indonesia. Namun, pelaksanaan akreditasi sering kali menghadapi tantangan, baik dalam aspek penilaian, objektivitas, maupun implementasi hasilnya terhadap peningkatan kualitas sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis secara konseptual sistem akreditasi pendidikan nasional serta mengidentifikasi implikasinya terhadap mutu dan efektivitas pengelolaan sekolah. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui telaah terhadap regulasi, laporan hasil akreditasi, serta temuan penelitian terdahulu. Hasil analisis menunjukkan bahwa sistem akreditasi memiliki peran strategis sebagai mekanisme evaluasi dan peningkatan mutu pendidikan, namun efektivitasnya sangat bergantung pada konsistensi pelaksanaan, kompetensi asesor, dan tindak lanjut hasil akreditasi oleh sekolah. Selain itu, ditemukan bahwa akreditasi yang dilaksanakan secara berkelanjutan dan berbasis data dapat mendorong budaya mutu di lingkungan sekolah. Secara konseptual, akreditasi bukan sekadar proses administratif, melainkan instrumen transformasi kelembagaan menuju pendidikan yang berkualitas, akuntabel, dan berdaya saing.
Article Details
References
Astuti, P. Y., & Diantoro, F. (2022). Evaluasi implementasi akreditasi sekolah dalam meningkatkan budaya mutu pendidikan. Urnal Kajian Kependidikan Islam, 1, 25–38.
BAN-S/M. (2023). Panduan pelaksanaan akreditasi sekolah/madrasah tahun 2023. Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah.
Creswell, J. W. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.
Dedeh, I., & Suparto, S. (2024). Peran akreditasi dalam membangun akuntabilitas dan kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan. Urnal Ilmiah Kependidikan Dan Sosial Humaniora (JIKESH), 1, 91–104.
Halimatus Sakdiyah, H., Palupi, P. R., & Saputri, I. (2023). Makna akreditasi bagi guru dan kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Jurnal Manajemen Pendidikan Islam (JMPI), 8(2), 210–225.
Kurniawati, N., & Hasanah, U. (2021). Hubungan Status Akreditasi dengan Mutu Pembelajaran dan Kinerja Sekolah di Indonesia. Jurnal Kependidikan, 1, 60–72.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Muhartini, M., Hairunnas, H., & Faisal, F. (2022). Transformasi digital dalam sistem akreditasi pendidikan berbasis risiko di Indonesia. Indonesian Journal of Educational Leadership, 1, 44–57.
Novitanti, N., & Situmorang, I. R. (2022). Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dalam peningkatan mutu sekolah dasar. Jurnal Ilmu Sosial dan Manajemen (JISMA), 3(2), 115–129.
Rohmah, L., & Setiawan, H. (2020). Sistem penjaminan mutu pendidikan dan penerapannya di sekolah dasar. Jurnal Evaluasi Pendidikan, 11(2), 101–112.
Sari, L., & Pramudibyanto, H. (2022). Hubungan Akreditasi Sekolah dengan Kualitas Proses Pembelajaran: Analisis Empiris di Sekolah Dasar Indonesia. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 7(2), 112–124.
Suryana, D., & Amalia, F. (2021). Keterkaitan akreditasi sekolah dengan profesionalisme guru dalam meningkatkan mutu pendidikan. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 3, 45–56.
Wulandari, S., & Nugraha, A. (2023). Analisis kebijakan akreditasi berbasis digital pada sekolah menengah pertama di Indonesia. Jurnal Kebijakan Pendidikan Dan Riset Inovatif, 1, 77–88.
Zed, M. (2014). Metode penelitian kepustakaan. Yayasan Obor Indonesia.