Perspektif Guru Non Matematika Terhadap Penerapan Numerasi Lintas Mata Pelajaran Di Kelas
Main Article Content
Abstract
Pengembangan numerasi lintas mata pelajaran sering terkendala oleh persepsi bahwa numerasi adalah domain eksklusif guru matematika. Sedangkan sejatinya setiap guru berkontribusi dalam membantu siswa memahami, menafsirkan, dan menggunakan data, angka, serta informasi kuantitatif dalam konteks pembelajaran yang beragam dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kekosongan literatur mengenai bagaimana guru non-matematika di madrasah memandang dan menerapkan numerasi, serta faktor pendukungnya. Penelitian menggunakan desain studi kasus melalui wawancara mendalam dengan 4 guru MI dari berbagai bidang studi dari 3 MI yang berbeda yang dipilih berdasarkan kriteria mengikuti Pelatihan Tindak Lanjut Hasil AKMI, pengalaman mengajar lebih dari 5 tahun, bersertifikat pendidik, serta bukan guru matematika. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi kelas, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles&Huberman. Evaluasi dilakukan menggunakan empat level model Guskey: persepsi peserta, pengetahuan, dukungan organisasi, dan penerapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada level persepsi, guru memiliki persepsi positif terhadap numerasi dan memahami bahwa numerasi tidak sama dengan matematika, melainkan kemampuan menggunakan angka, data, dan penalaran logis dalam konteks kehidupan sehari-hari. Pada level pengetahuan, guru telah memperoleh pengetahuan dasar tentang numerasi melalui pelatihan dan sosialisasi, namun masih bersifat teoritis dan belum menuntun pada praktik pedagogis. Pada level dukungan organisasi, sekolah belum memberikan dukungan berkelanjutan, seperti forum refleksi, supervisi akademik, atau kolaborasi lintas mata pelajaran. Pada level penerapan, guru telah mengintegrasikan numerasi secara kontekstual dalam pembelajaran misalnya melalui grafik, tabel, hitungan ibadah, maupun konteks budaya lokal meskipun masih terbatas dan belum sistematis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa persepsi positif saja tidak cukup mendorong transformasi pembelajaran. Implikasi praktisnya, madrasah perlu menggeser strategi dari pengiriman pelatihan sporadis menjadi pendampingan kolaboratif berkelanjutan (continuous mentoring) untuk meningkatkan kualitas literasi numerasi siswa secara substansial.
Article Details
References
Boaler, J. (2016). Mathematical Mindsets Unleashing Students’ Potential through Creative Math. Jossey-Bass.
Carter, M. G., Klenowski, V., & Chalmers, C. (2015). Challenges in embedding numeracy throughout the curriculum in three Queensland secondary schools. Australian Educational Researcher, 42(5), 595–611. https://doi.org/10.1007/s13384-015-0188-x
Chang, I. (2023). Early numeracy and literacy skills and their influences on fourth-grade mathematics achievement: a moderated mediation model. Large-Scale Assessments in Education, 11(1). https://doi.org/10.1186/s40536-023-00168-6
Coffey, P., & Sharpe, R. (2023). An investigation into the teaching of numeracy in subjects other than mathematics across the curriculum. International Journal of Mathematical Education in Science and Technology, 54(5), 860–887. https://doi.org/10.1080/0020739X.2021.1978570
Collins, R. W. (2022). Integrating Mathematics With Other Curriculum Areas in Secondary Education: A Critical Review. https://www.researchgate.net/publication/369013241
Connolly, C., Carr, E., & Knox, S. (2023). Diving deep into numeracy, cross-curricular professional development. International Journal of Mathematical Education in Science and Technology, 54(6), 1034–1053. https://doi.org/10.1080/0020739X.2021.1986160
Editor, E., & Arthur Steen, L. (2001). Mathematics and Democracy.
Fatmaning Hartatik, S., Setiyo Astuti, E., Aulia Ramadhani, A., Budi Utomo Malang, I., Literasi, P., Literasi, K., & Mengajar, K. (2022). Tantangan Penerapan Pembelajaran Literasi di Sekolah Sasaran Program Kampus Mengajar Kata kunci. http://Jiip.stkipyapisdompu.ac.id
Goos, M., Dole, S., & Geiger, V. (2011). Improving numeracy education in rural schools: A professional development approach. Mathematics Education Research Journal, 23(2), 129–148. https://doi.org/10.1007/s13394-011-0008-1
Guskey, T. R. (2013). Does It Make a Difference? Evaluating Professional Development.
Higgins, J., & Bonne, L. (2011). Configurations of instructional leadership enactments that promote the teaching and learning of mathematics in a new zealand elementary school. Educational Administration Quarterly, 47(5), 794–825. https://doi.org/10.1177/0013161X11413763
Li, Y., Silver, E. A., & Li, S. (t.t.). Advances in Mathematics Education Transforming Mathematics Instruction Multiple Approaches and Practices. http://www.springer.com/series/8392
PISA 2022 Mathematics Framework Draft. (2018).
Rittle-Johnson, B., Schneider, M., & Star, J. R. (2015). Not a One-Way Street: Bidirectional Relations Between Procedural and Conceptual Knowledge of Mathematics. Educational Psychology Review, 27(4), 587–597. https://doi.org/10.1007/s10648-015-9302-x
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan RnD (Cetakan ke-22). Alfabeta.
Sun, J., & Leithwood, K. (2015). Direction-setting school leadership practices: a meta-analytical review of evidence about their influence. School Effectiveness and School Improvement, 26(4), 499–523. https://doi.org/10.1080/09243453.2015.1005106
Thornton, S., & Hogan, J. (2004). ORIENTATIONS TO NUMERACY: TEACHERS’ CONFIDENCE AND DISPOSITION TO USE MATHEMATICS ACROSS THE CURRICULUM (Vol. 4).
Wright, P. (2016). Social justice in the mathematics classroom. London Review of Education, 14(2), 104–118. https://doi.org/10.18546/LRE.14.2.07