Konsep Graf dan Nilai Moderasi Beragama Pada Arsitektur Masjid Agung Sunan Ampel Surabaya
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi nilai budaya dan konsep matematika terutama konsep graf pada Masjid Agung Sunan Ampel Surabaya dalam konteks etnomatematika. Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi hubungan antara matematika dan budaya dalam arsitektur masjid bersejarah tersebut. Metode penelitian yang digunakan meliputi observasi, pengukuran/penghitungan, wawancara dan studi literatur. Observasi dan wawancara semi terstruktur menggunakan pedoman yang telah divalidasi. Untuk menguji kabsahan data dilakukan teknik triangulasi metode. Hasil penelitian arsitektur bangunan masjid yang mengikuti budaya hindu-jawa jaman majapahit menunjukkan bahwa penyebaran Islam di daerah ini tidak dilakukan dengan menghapus budaya lokal, melainkan dengan mengakomodasi dan merekontekstualisasikan nilai-nilai dan simbolisme setempat dalam kerangka ajaran Islam. Sikap akomodatif ini memungkinkan penyebaran ajaran Islam yang lebih damai dan harmonis yang menunjukkan sikap moderasi beragama. Kemudian konsep matematika arsitektur masjid, khususnya pada bagian pilar dan dan tiang masjid yang terbuat dari kayu ditemukan teori graf yaitu graf sederhana tak berarah, graf terhubung dan graf dan euler.
Article Details
References
Budiono, Rachmaniyah, N., & Anggraita, A. W. (2021). Ornamen Masjid Sunan Ampel , Sunan Giri , dan Sunan Sendang. Jurnal Desain Interior, 6(1), 15–24.
Buhaerah, Busrah, Z., & Sanjaya, H. (2022). Teori graf dan aplikasinya. LSQ.
D’Ambrosio, U. (2016). An Overview of the History of Ethnomathematics. 5–10. https://doi.org/10.1007/978-3-319-30120-4_2
Diestel, R. (2017). Graph theory. In Springer Nature (Fifth Edit, Issue 9783319530031). Springer Nature. https://doi.org/10.1007/978-3-319-53004-8_3
Fauzana, R. (2022). Pencapaian Representasi Matem atis Siswa melalui Pendekatan RME berbasis Etnomatematika. Madaris: Jurnal Guru Inovatif, 163–176.
Helmina, H., Fajriah, N., & Suryaningsih, Y. (2022). Pengembangan E-Lkpd Berbasis Etnomatematika Dengan Konteks Anyaman Purun Pada Materi Pola Bilangan Untuk Siswa Kelas Viii. Jurmadikta, 2(2), 38–49. https://doi.org/10.20527/jurmadikta.v2i2.1236
Kartikasari, M., Maulidi, C., & Kurniawan, E. B. (2019). Hubungan antara karakteristik masyarakat dengan bentuk partisipasi pada pelestarian pusaka. Planning for Urban Region and Environment, 8.
Krismonita, M. D., Sunardi, S., & Yudianto, E. (2021). Eksplorasi Etnomatematika pada Candi Agung Gumuk Kancil Banyuwangi sebagai Lembar Kerja Siswa. Journal of Mathematics Education and Learning, 1(2), 149. https://doi.org/10.19184/jomeal.v1i2.24327
Masnu’ah, Muchyidin, A., & Nursuprianah, I. (2021). ETNOMATEMATIKA TOPENG CIREBON DENGAN PENDEKATAN GOLDEN RATIO. Nurjati Journal of Mathematics and Mathematical Sciences, 1, 85–94.
Mukhibat, M., Nurhidayati Istiqomah, A., & Hidayah, N. (2023). Pendidikan Moderasi Beragama di Indonesia (Wacana dan Kebijakan). Southeast Asian Journal of Islamic Education Management, 4(1), 73–88. https://doi.org/10.21154/sajiem.v4i1.133
Purniati, T., Turmudi, Juandi, D., & Suhaedi, D. (2022). Ethnomathematics Study : Learning Geometry in the Mosque Ornaments. 12(5), 2096–2104.
Rani, V. K. K. (2018). ETNOMATEMATIKA PADA CANDI RATU BOKO SEBAGAI PENDUKUNG PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan, 1(1), 172–177.
Stanza, M. (2019). Studi Deskriptif Tentang Makna Simbol Pada Bangunan Masjid Agung Sunan Ampel Surabaya. Journal Unair, 8(3), 396–410.
Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (9th ed.). Alfabeta.
Veronika Uskono, I., Lakapu, M., Ovartius jagom, Y., Beda Nuba Dosinaeng, W., & Bria, K. (2018). PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK BERBASIS ETNOMATEMATIKA DAN PRESTASI BELAJAR SISWA. Journal Of Honai Math, 1(1), 47–55.
Wilson, R. J. (1996). Introduction to Graph Theory (Fourth). Longman Group Ltd.
Zahdi, & Iqrima. (2021). Implementasi Moderasi Beragama Pada Pembelajaran Al-Qur’an di Mushola Nur Ahmad. Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama, 01(1), 142–159.